cinta tanah air

Untuk menjadi bangsa yang besar kita harus mengenal pemikiran orang-orang yang besar, dan tidak diragukan lagi kita memiliki orang-orang besar yang reputasinya diakui oleh dunia pada zamanya. Dialah para penghuni belahan bumi pertiwi ini yang hidup dimasa lalu, yang membentuk kultur masyarakat yang luhur dipersada nusantara ini.

Dalam buku “Intan tertabur” susunan Jalaluddin Syayuti Mesir, terkutib sabda Rosulu-lloh SAW tentang “Hubbul Wahon Minal Iman”. Lalu seorang tokoh mengomentari “maknanya shoheh dan ajaib”.

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) menginsyafi untuk mensyukuri hari Sumpah Pemuda sebagai awal kebangkitan nasional #CintaTanahAir. Landasan rasa syukur mendorong keinsyafan mewujudkan pembangunan rumah layak huni Shiddiqiyyah dengan potensi sendiri sebagai perwujudan rasa Syukur #CintaTanahAir.

Program yang diaplikasikan sebagai perwujudan syukur Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa sebagai sumber dari lahirnya rasa persatuan Indonesia. Benih-benih cikal bakal rasa persatuan menjadi gerakan bersama lintas suku dan agama yangkemudian bangkit dan melahirkan sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Gerakan-gerakan lanjutan kemudian berdampak masif dan berujung pada tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia, 17-08-45. Ingat! Bukan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena NKRI tidak pernah dijajah

Sejumlah 20 Monumen Sumpah Pemuda dalam bentuk Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) telah diresmikan dan diserahkan kepada 20 keluarga dhu'afa yang berada di 8 Kecamatan di Kabupaten Jombang. Kec. Ploso, Tembelang, Jombang, Diwek, Jogoroto, Gudo, Mojowarno dan Sumobito. Monumen persembahan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid) dalam rangka menyukuri Hari Sumpah Pemuda ke-84 ini memang unik, tak seperti monumen-monumen pada umumnya.

36 hari, program pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) dilaksanakan. Ratusan peserta pelaksana pembangunan RLHS bekerja siang malam untuk menyelesaikan rumah yang akan dipersembahkan dan menjadi hak para saudara dhuafa yang tersebar di kabupaten Jombang. Progam yang digagas oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tersebut merupakan bentuk rasa syukur terhadap peristiwa besar Sumpah Pemuda yang lazim diperingati tiap tanggal 28 Oktober.

Supri, Pariyem, Hari dan Ponimin adalah diantara 20 warga Jombang yang mendapat barokah Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) yang dibangun dalam rangka menyukuri Hari Sumpah Pemuda ke-84. Tampak wajah mereka yang semula banyak muram kini telah berubah ceria. Dandangannya pun rapi, sorot mata yang kosong kini pun berubah penuh harapan dan cita. Bagi mereka, rasanya seperti mimpi. “Masih belum percya, kayak mimpi, tapi pas dijiwit (cubit red) kok sakit juga,” ungkap Pariyem salah seorang penerima dari Kwaron Dewek.

Keimanan dan Kemanusiaan adalah ruh dalam kehidupan beragama umat Islam, keimanan seseorang yang tanpa disertai aktifitas kemanusiaan, Tuhan menyebutnya sebagai Pendusta Agama (QS. 107:1-3), sebaliknya aktifitas kemanusiaan yang kosong dari keimanan adalah laksana fatamorgana (QS.24:39). Hal inilah yang tengah dikedepankan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) dalam mentasyakuri Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Program pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) dilaksanakan dalam rangkat mentasyakuri Sumpah Pemuda. Ratusan peserta pelaksana pembangunan RLHS bekerja siang malam untuk menyelesaikan rumah yang akan dipersembahkan dan menjadi hak para saudara dhuafa’.

Hari Sumpah Pemuda, hari yang sangat bersejarah sebagai tonggak kebangkitan nasional yang melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia, pada peringatan ke-84 tahun 2012, ditasyakuri secara besar-besaran oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid) se-Indonesia dengan cara membangun monumen-monumen Sumpah Pemuda yang cukup fenomenal di berbagai daerah.