Serahkan Rumah Pintar Tepat Guna.

Pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah paripurna, setelah melalui proses pengkajian yang terus dimatangkan. Hasilnya rumah pintar yang tepat guna dapat diserahkan kepada para penerima.
Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) diserahkan dengan beberapa fasilitas yang pintar namun simple, mudah untuk dipelajari dan dipahami. Selain kontruksi bangunan yang dipilih dengan bahan terbaik dan mendukung rumah kekinian,brumah pintar untuk Abdul Ngadi dan Paejan  mempunyai beberapa keunggulan dari hunian kebanyakan masyarakat umum kalangan menengah.
Sistem smart antara lain pada lighting yang menggunakan remot control, kran yang menggunakan sensor tangan, sliding wall, tangga lipat, tempat tidur lipat, solarsel dan berbagai pernak penik rumah masa kini yang sengaja diperuntukkan kaum lemah yang belum pernah menyentuh falitas modern.
Tampak depan, pintu menggunakan pintu kaca geser atau sliding door dan pada jendelanya didesain melingkar dengan sekat bagian tengahnya sebentuk dengan lambang Opshid. Ruangan pertama terasa luas karena tak bersekat sampai dinding kamar mandi. Furniture minimalis sofa biru dan almari multiguna sebagai sekat antara ruang tamu dan ruang keluarga. Almari ini sekaligus dibuat dua fungsi, satu sisi bufet dan di sisi belakangnya tersembunyi tv flat. Tv akan tersingkap hanya saat bagian tengah almari dibuka.
Fungsi single room pada rumah pintar ini teraplikasi dengan sliding wall. Tim Smart Home yang ditunjuk berkolaborasi dengan tim perkayuan menggunakan kayu yang dipasang dengan real costom pada rumah Paejan dan real portable pada rumah Abdul Ghani. Sliding wall yang menyekat ruang tamu dengan dua kamar tidur anak bisa dilipat secara manual. Jadi bagi pemula yang menempati rumah tersebut tak akan kesulitan beradaptasi. Dan pada kamar tidur anak, dengan sentuhan tangan-tangan kreatif jiwa-jiwa Opshid tempat tidur tanam tersembunyi di sisi jendela kamar.
Menggunakan engsel dari Kanada berlabel murphy bad. Dipan kamar tidur anak berukuran 90 cm x 2 meter dengan beban maksimum sampai 150 kg ini secara manual dapat ditarik ke atas menyatu dengan almari berwarna ungu. Jadi jika sedang tidak digunakan atau membutuhkan ruangan yang luas, beberapa teknik manual dapat dilakukan penerima rumah seperti membuka sliding wall, menarik tempat tidur ke atas. Jadilah ruangan multifungsi.
Melengkapi fasilitas modern pada kamar mandi juga menggunakan shower serta kran sensor tangan. Sebuah lampu merah akan menyala jika terdeteksi tangan yang mendekat dengan hitungan detik air akan keluar dengan sendirinya.
Tak cukup itu pada kedua rumah dilengkapi musholla berukuran 1,5x 3 m2 yang berada di atas. Dengan posisi itu tangga lipat disediakan. Tangga lipat yang bisa disembunyikan itu menyederhanakan ruangan. Akhirnya luas ruangan pun tidak akan termakan. Ada delapan trap kayu yang harus dinaiki untuk sampai keatas. Delapan trap tersebut dapat dilipat menjadi 3 lipatan kemudian disembunyikan ke atas, tampak minimalis dengan bagian penutup tangga yang senada dengan plavonnya. Dilengkapi dengan pagar atau pegangan tangan stainlis serta keamanan pengunci agar tidak jatuh ke bawah. Tangga tersebut dapat menahan beban hingga 100 Kg.
Semua sistem itu menyerap dana pembangunan lebih besar dari rumah biasanya. Untuk satu engsel murphy saja dibeli dengan harga Rp 4.250.000. Namun bagi Opshid dana bukan menjadi masalah. Yang menjadi fokus bagaiman bisa menyetarakan kaum lemah dengan hunian yang tak hanya sekedar layak namun dapat memberi semangat hidup untuk lebih maju.
Sudah demikian canggih, beban biaya tagihan listrik pada penerima ke depan tetap diperhitungkan, Opshid sengaja menerapkan sistem manual pada bagian tertentu tanpa menghilangkan esensi smart dan kreatif, semua didesain memudahkan penerima. “Alhamdulillah sudah bisa,  untuk lampunya yang dengan remot juga sudah diajari,” terang..... Penerima Rumah  Pintar Shiddqiyyah pada saat prosesi penyerahan rumah. Sesuai kebutuhan, pada rumah salah satu penerima juga dipasang solarsel. Tenaga listrik cadangan karena seringnya pemadaman pada daerah itu.
 
Rumah Baru, Baju Baru
Untuk memberi semangat hidup selain membangun hunian yang layak. Di sisi lain, psikologis penerima juga terus didorong Opshid dengan memberikan busana yang layak. H-2 menjelang serah terima rumah, para penerima bersama anggota kluarganya diboyong kepusat perbelanjaan.   
Dengan dua armada mobil yang telah disiapkan dan didampingi PJ pembangunan RPS, Sabtu pagi itu para penerima rumah membeli segala keperluan dari ujung kaki hingga kepala. Mulai dari keperluan sekolah seperti; Seragam sekolah, tas, sepatu hingga keperluan ibadah; sajadah, mukena, kopyah, kerudung. Tak ketinggalan busana muslimah serta baju dan sandal. Semuanya dibeli Opshid dan diberikan kepada delapan penghuni dua rumah pintar Shiddiqiyyah, sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Usai puas berbelanja, para penerima juga diberi kesempatan menikmati hidangan di Hotel Yusro Jombang.
Untuk keperluan itu saja, panitia mentaksir dana keluar sekitar Rp 8 juta. Namun sekali lagi totalitas adalah wujud pengabdian mutlak dalam segala perjuangan. Memberi dampak positif dan mendorong sisi psikologis untuk semangat hidup dan berkembang dengan cara memposisikan manusia sesuai derajatnya sebagai manusia lebih tak ternilai harganya.