Melihat Lagu dengan Perasaan Hening

Di Indonesia ini ada sebuah lagu sakral, jika kita mampu melihat lagu tersebut dengan miskroskop pikiran yang jernih dan perasaan yang hening, kita akan menemukan keajaiban-keajaiban. Demikian diungkapkan Almukarrom Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam fatwa yang disampaikan pada acara Pemberangkatan Peserta Pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah (RLHS) hari Ahad 27 Syawal 1435/23 Agustus 2013 di halaman Perpuskaan Pesantren Majamaal Bahrain Shiddiqiyyah Losplos (Desa Losari Kec. Ploso). "Bagi orang Indonesia yang berfikir jernih, berperasaan hening, akan menemukan keajaiban-keajaiban dari sebuah lagu sakral tersebut. Tetapi bagi pikiran persaan yang sudah tertutup kabut penjajahan, maka semua keta'ajuban besar tersebut tidak akan tampak,"papar Sang Mursyid.

Lagu sakral yang dimaksud dan mengandung banyak keajaiban tersebut adalah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang lahir pada tahun 1928 bersamaan dengan Sumpah Pemuda. Sebagian kecil bukti ajaibnya Lagu Kebangsaan Indonesia itu adalah bisa mengangkat pengarangnya menjadi pahlawan nasional. Lagu ini pula yang ditakuti oleh kaum penjajah, hingga Belanda melarang siapapun untuk menyanyikan. Seolah penjajah tidak takut pada banyaknya pemuda, banyak organisasi, banyaknya pemberontakan, akan tapi justru takut dengan lagu tersebut. Buru-burulah kemudian penjajah mengadakan pelarangan. Lagu itu dianggp halilintar yang menyambar di siang bolong. "Hanya dengan satu lagu itu saja," tegas Sang Mursyid. Dari kebesaran itu saja Sang Mursyid kemudian berpesan kalau warga negara ini mau meneliti, cukuplah unuk membangkitkan semangat cinta tanah air Indonesia, membangkitkan rasa persatuan nasional, ataupun membangun Indonesia yang adil dan makmur.