Jelajah Desa - Wadah Perjuangan Para Kesatria

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah bertekad memperbaiki kondisi dan membentengi rakyat bawah dengan diciptakannya program Jelajah Desa. Program yang sudah berjalan sejak setahun lalu itu kini lebih dioptimalkan lagi menjadi sebuah dapertemen dengan amanat baru dan detil pelayanan-pelayanan yang menyentuh setiap sendi kebutuhan hidup rakyat bawah. “Jeldes ini saya tingkatkan jadi departemen dan panitia yang ada inilah pengurusnya. Jadi dari panitia ini akan dibagi per divisi program yang bertanggung jawab mengawal setiap program yang ada. Ini urgent,” terang Ketua Umum.

Urgensi tersebut dilihat dari keadaan negara yang sudah tak terlihat jelas mana kawan, mana lawan bagi orang awam. Perang terselebung yang sistematik sedang diselancarkan. Karena itu Jiwa-jiwa Opshid yang ter- gabung di dalamnya telak harus memupuk jiwa kesatria- nya. Jiwa yang berani bertanggungjawab akan amanat yang telah disepakati. Etos kerja secara profesionalitas dalam perjuangan, tentunya dengan sepenuh hati. Program Jelajah Desa yang ditunjuk Ketua Umum Opshid sebagai ujung tombak, aksi nyata pengabdian tanpa batas untuk rakyat bawah menjadi penting me- nyiapkan berbagai pelayanan di segala lini. Departemen ini memberikan dan menyediakan pelayanan yang ber- kelanjutan untuk mengawal kebangkitan rakyat bawah. Sehingga mempunyai daya juang hidup dan ketahanan.

Sebagai basis terakhir pertahanan Indonesia, pelosok- pelosok negeri harus terangkat strata kehidupannya. Maka dibentuklah struktur pengurus berikut; bidang survey, sekretaris, bendahara, pengadaan, transportasi, distribusi, infrastruktur, divisi pelayanan kesehatan, ke- makmuran, ketahanan pangan, spiritual, pelayanan pen- didikan, akomodasi, dokumentasi, media dan informasi, ketahanan dan pengawasan, survei kondisi rakyat, komu- nikasi, inventaris barang, acara, pangruwatan yang saling terhubung sebagai kesatuan badan untuk menunjang terwujudnya kesejahteraan bersama.

Berikut di bawah ini divisi yang secara langsung menyentuh rakyat bawah:

Komunikasi
Pada divisi ini jiwa- jiwa Opshid yang bertugas bertanggung jawab menyediakan layanan penghubung antara masyarakat dusun terpencil dengan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah baik berupa pemasangan alat komunikasi Handy Talky, jaringan pemancar pada daerah yang tak terjangkau oleh operator seluler ataupun beragam alat komunikasi lainnya, tanpa komunikasi yang dijalin antara pelayan dan yang dilayani tidaklah sampai pada tujuan.

Kesehatan
Di bidang kesehatan raga, Ketua Umum Opshid mengistruksikan adanya layanan kesehatan yang tertangani secara baik. Lanjutnya, dalam jangka panjang Jelajah Desa untuk Indonesia Raya, setiap desa yang telah dikunjungi berhak menerima layanan kesehatan berkelanjutan. Pelayanan siaga khusus daerah terpencil itu meliputi antar jemput pasien secara gratis mulai biaya transportasi sampai biaya pengobatan medis. Tak hanya itu, layanan kesehatan secara metafakta juga harus selalu disiagakan. Dan pada daerah tertentu sesuai kebutuhan dan kondisi nantinya juga akan dibangun pos kehatan untuk mempermudah layanan yang akan berkerjasama dengan divisi pembangunan infrastruktur. Pelayanan kesehatan ini diamanat kepada Divisi Pelayanan Kesehatan Dept. Jelajah Desa yang digawangi dr. Bisron Ahmadi, Tim Terapi, Tim Terapi Rumah Sehat Tentrem dan dua orang yang berkeahlian refraksi mata.

Infrastruktur
Infrastruktur menjadi hal yang sangat patut diperhatikan.Banyaknya batas kesenjangan salah satu faktor pokok, mengakar pada pembangunan infrastruktur yang lamban oleh pemerintah. Baik pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, hingga jalan. Oleh demikian Mas Subchi memberikan arahan kepada tim divisi bidang pembangunan infrastruktur ini agar responsif terhadap kondisi dan membuat perencanaan pembangunan yang diajukan. Apa yang paling dibutuhkan dan apa yang harus didahulukan. Secara singkat divisi khusus yang mengemban tanggung jawab pemrograman, menangani, membangun sekaligus mengawal pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan pada daerah terpencil secara tuntas.

Perekonomian Kerakyatan
Perekenomian yang baik salah satu simbol kemakmuran. Namun bagi daerah tapal batas perekonomian jauh dari kata cukup untuk segala kebutuhan. Perekonomian dibangun secara timpang. Hasil bumi dari tanah mereka umumnya dihargai murah karena berbagai alasan. Utamanya dalih biaya transportasi yang sulit dijangkau. Sedang kebutuhan mereka yang dipasok dari luar dihargai jauh lebih mahal diatas pasaran umum masih dengan alasan yang sama biaya transportasi. Dari keprihatinan inilah Ketua Umum Opshid berharap divisi ini dapat memberikan layanan dari merekam berbagai potensi daerah terpencil yang kemudian akan dikembangkan sebagai aktivitas perekonomian untuk sebesar-besar kesejahteraan dan kemakmuran rakyat lapisan bawah. Dalam hubungan perekonomian yang ditangani Divisi Kemakmuran Jelajah Desa untuk Indonesia Raya ini secara inti adalah mengadakan suatu solusi perekonomian yang saling menguntungkan dan merata.

Ketahanan Pangan
Dalam pembangunan di sektor perekonomian ini juga dimaksudkan untuk ikut serta menguatkan ketahanan pangan baik secara umum maupun pribadi. Dengan mengkaryakan penduduk terpencil pada bidang kemampuan kebanyakan mereka yakni bercocok tanam untuk kebutuhan pangan. Yang dalam divisi ini juga bertanggung jawab untuk mengusahakan barang lokal menjadi dominan. Menggilas hasil-hasil pertanian impor dengan mengusahakan hasil tanam sendiri menjadi produk unggul yang mempunyai daya jual dan daya saing.

Pendidikan
Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan negara yang tertuang di dalam UUD 1945 alinea ke-IV. Untuk itu pendidikan harus menyentuh berbagai lapisan tanpa pengecualian. Sektor pendidikan yang akan diselami Dept. Jelajah Desa untuk Indonesia Raya menangani berbagai bidang pendidikan dengan tim khusus yang ahli dalam bidangnya. Baik pendidikan yang mengarah kepada spritual keagamaan ataupun pendidikan yang mengarahkan kepada cinta tanah air Indonesia, kebangsaan, pendidikan perekonomian mandiri hingga teknologi. Pada divisi khusus ini Opshid mengupayakan mencukupi kebutuhan pendidikan rakyat tak terbatas jarak maupun kondisi apa saja

Pangruwatan
Divisi Pangruwatan dibentuk berdasarkan amanat kontitusi “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara, (pasal 29 ayat 1 UUD 1945)”. Tim khusus Divisi Pangruwatan ini bertugas merawat dan mendampingi rakyat bawah sepenuhnya. Pangruwatan berhubungan dengan pangruwatan bawono langgeng, dimana Opshid bisa menciptakan kondisi aman bagi rakyat bawah, terutama yang hidup sebatangkara. Caranya dengan memperhatikan dan mendampingi rakyat bawah yang tidak mempunyai saudara, berada di daerah terisolir dan dalam keadaan fakir. Tim khusus yang akan digawangi 8 orang ini akan bergilir bertugas secara profesional, mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Kunjungan itu adalah membantu segala kebutuhan tuan rumah baik pangan maupun kondisi fisik. Merencanakan perenovasian rumah hingga layak dan nyaman ditempati sekaligus bertanggung jawab mengawal perenovasian rumah. Anggota divisi ini termasuk pengurus DPP, DPD, DPC dan otonom Opshid. Hari ini situasi negeri ini membutuhkan persiapan mental yang kuat, mental menyerahkan diri, mempasrahkan dan mengorbankan diri untuk tanah air, membeli jiwa raga kita untuk tanah air Indonesia