Cerdas dengan Rumah Pintar Shiddiqiyyah

Dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun ini, Opshid mulai mengaplikasikan teknologi Smart Home dalam pembangunan rumah Layak Huni Shiddiqiyyah. Opshid menggandeng Frederic warga negara Jerman untuk mendatangkan komponen yang dibutuhkan dalam menciptakan sistem rumah pintar. Frederic bekerja pada Hafele, sebuah perusahaan asli Jerman yang memproduksi dan melayani pemasangan sistem rumah pintar mulai dari penyediaan engsel-engsel khusus, perangkat keras, panel-panel dan sistem electrik maupun non electrik untuk menjadikan sebuah rumah minimalis menjadi multifungsi.
 
Isnen 28 S. Romadlon 1437H (03/07/16) lalu, pengurus DPP Opshid mengadakan rapat bersama Frederic didampingi Majid Ayoubi dari Iran dan Rita dari Tasik, Bandung yang membantu menerjemahkan bahasa. Untuk proyek perdana yang diberi nama Rumah Pintar Shiddiqiyyah ini, Opshid membangun dua unit. Setelah Frederic menunjukkan tayangan video berbagai macam sistem smart home, forum rapat kemudian berembuk komponen apa saja yang memungkinkan diaplikasikan untuk rumah kaum dhuafa di pedesaan.
 
Fungsi utama rumah pintar adalah untuk memaksimalkan kenyamanan. Instalasi dan kontrol sistem alarm keamanan, sensor khusus yang dipasang pada pintu sehingga saat sesorang masuk secara ilegal ke rumah, pemilik rumah akan diberitahu segera melalui sistem yang tersambung pada telpon. Dinding rumah bisa dibuat sliding atau semi permanen sehingga dapat dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan. Begitu juga furniturnya, cube tekhnologi dengan pemasangan engsel-engsel canggih dapat diatur melipat tersembunyi pada dinding dengan sangat mudah tanpa menggunakan instalasi listrik.
 
Tidak semua fungsi smarthome akan diaplikasikan pada Rumah Pintar Shiddiqiyyah, melihat kebutuhan sederhana calon penerima rumah yang berada di Kec. Kabuh dan Kec. Plandaan. Hasil rapat memutuskan, Rumah Pintar Shiddiqiyyah akan dibangun berukuran 5x7 m, dengan beberapa ruang didesain sliding door seperti kamar, ruang tamu, ruang makan dan dapur. Ini memungkinkan sekat pada ruang sliding door terbuka, melipat dan masuk di sela-sela tersembunyi sehingga beberapa ruang berubah jadi satu ruang. Tapi tidak semuanya,  kamar utama dan kamar mandi akan tetap berdinding permanen.
 
Jika sekat dinding dibuka, ruangan tersebut bisa memberikan fungsi lain. Karena pada furniturenya juga akan dipasang teknologi cube, tempat tidur dapat dilipat multifungsi sebagai meja, dan meja yang dapat dibalik tampak seperti lemari. Dengan begitu selain ruangan menjadi serbaguna, juga dapat memberikan keleluasaan bagi penghuninya sekalipun tipe rumah terbilang sempit. Untuk pintu, pada lampu, kran air tetap menggunakan panel-panel manual sehingga tidak rentan kerusakan.
 
Setelah semua kebutuhan dicatat, Frederic mengatakan ia akan memproses order ke showroom Hafele di Serpong, Tangerang. Frederic sendiri tinggal di Tangerang tepatnya di Bumi Serpong Damai (BSD) dalam beberapa bulan ini untuk mengerjakan proyek salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Ia mengatakan, akan kembali ke Ploso, Jombang bersama teknisi dari perusahaan Hafele Indonesia untuk konsultasi lebih lanjut dan kemudian instalasi saat jadwal pembangunan sampai di tahap finishing.
 
Pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah dibangun mulai (25/07/16) di Dsn. Ngentak RT/RW 010/003, Ds. Sumberejo untuk Paejan dan di Dsn. Jember RT/RW 005/002 Ds. Kampung Baru untuk Abdul Ngadi. Departement Pembangunan dan Departemen Resource and Development dibagi menjadi dua tim; Tim  Konstruksi dan Tim Sistem Smart Home.
Selain perbedaan menonjol dari sistem Rumah Pintar Shiddiqiyyah, secara konstruksi rumah yang dibangun tahun ini juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim Bidang Konstruksi Rustam mengatakan struktur bangunan kali ini bertingkat, menggunakan dinding hable. Rangka atap menggunakan baja ringan, genting metal, kusain aluminium dan plavon gypsum. Tingkat atas terdiri satu ruangan untuk mushola, sementara di lantai bawah dibagi atas ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Sliding wall untuk lantai bawah berlaku di semua ruangan kecuali kamar tidur utama dan kamar mandi, sehingga memungkinkan dilipat menjadi satu ruang. Total luas bangunan 5x8,5m.
Mewujudkan Rumah Pintar Shiddiqiyyah memang perlu dana lebih, satu unitnya ditaksir mencapai Rp 120 juta. Termasuk konstruksi, instalasi sistem dan computerisasi akses ekonomi. Tidak berlebihan jika melihat visi besar yang tersirat di dalamnya, tentang cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.