Tulisan Cinta Tanah Air

OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa

Untuk menjadi bangsa yang besar kita harus mengenal pemikiran orang-orang yang besar, dan tidak diragukan lagi kita memiliki orang-orang besar yang reputasinya diakui oleh dunia pada zamanya. Dialah para penghuni belahan bumi pertiwi ini yang hidup dimasa lalu, yang membentuk kultur masyarakat yang luhur dipersada nusantara ini.

Memperingati dan mentasyakuri hari Sumpah Pemuda dan lagu Kebangsaan Indonesia yang lahir di rumah nomer 106 Gang Kenari jl. Keramat Raya Jakarta tahun 1928 bulan 10 (Oktober) tanggal 28.
Bagi generasi penikmat, generasi yang tinggal menikmati hasil perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, memperingati mensyukuri hari Sumpah Pemuda itu harus.

Dalam buku “Intan tertabur” susunan Jalaluddin Syayuti Mesir, terkutib sabda Rosulu-lloh SAW tentang “Hubbul Wahon Minal Iman”. Lalu seorang tokoh mengomentari “maknanya shoheh dan ajaib”.

Salah letak keliru pasang, kalau hanya dilakukan oleh satu orang saja mungkin tidak perlu menjadi perhatian kita. Tapi kalau salah letak keliru pasang dilakukan orang oleh banyak orang bak seantero negeri dan diulang-ulang setiap tahun, ini miris sekali. Apalagi jika sampai pihak pemerintah seolah turut mengabadikannya.

Di Indonesia ini ada sebuah lagu sakral, jika kita mampu melihat lagu tersebut dengan miskroskop pikiran yang jernih dan perasaan yang hening, kita akan menemukan keajaiban-keajaiban.